Originally published on my magazine with the title:
Kota Paling Berpengaruh: Raksasa dengan Empat Huruf
Menyitir hasil survei Centers of Commerce Index yang dirilis MasterCard, akhir Juli 2008 silam, London masih menjadi kota paling berpengaruh dalam ekonomi global. Kendati demikian, masuknya tujuh kota di Asia dalam jajaran 25 kota berkekuatan terbesar ekonomi dunia, mengindikasikan bahwa kota-kota di Benua Kuning kian memegang peranan penting bagi ekonomi global. Kinerja pertumbuhan di Cina dan India telah menggeser peta kekuatan ekonomi lebih dekat ke wilayah Asia. Dua negara itu menyumbang sembilan dari 75 kota berpengaruh di dunia.
Sementara itu, Jakarta hanya bertengger di peringkat 68. Berada dibawah Kuala Lumpur (50), tetapi lebih baik ketimbang Manila (71). Yuwa Hedrick-Wong, economic advisor MasterCard Worldwide untuk Asia Pasifik menuturkan bahwa indeks pusat perdagangan dunia ini bisa menjadi petunjuk bagi perusahaan multinasional untuk mengenali dan menilai peluang investasi dan pasar di sebuah kota, bukan lagi level dunia.
Untuk menyusun indeks tersebut, tim menggunakan tujuh dimensi pengukuran, yakni stabilitas ekonomi, kemudahan berbisnis, aliran finansial, pusat bisnis, knowledge creation, tingkat kenyamanan, sistem politik dan hukum, serta kemudahan akses teknologi, transportasi, dan logistik.
London
Kota seluas 1.577 kilometer persegi ini masih menjadi kota paling berpengaruh dalam ekonomi dunia, tak beranjak dari tahun sebelumnya. Kota di bawah kepemimpinan Walikota Boris Johson ini merupakan rumah yang ramah bagi industri jasa keuangan, terutama di pusat bisnis Canary Wharf dan Westminster Abbey. Sekitar 300.000 orang bekerja di sektor finansial. Sementara itu, tujuh dari sepuluh perusahaan yang masuk daftar FTSE 100 serta Fortune 500 berkantor pusat di London.
Di kota ini terdapat Bursa Efek London (London Stock Exchange/LSE), salah satu dari bursa saham terbesar di dunia, dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar US$4,21 triliun dan 3.200 perusahaan listed, per Oktober 2007. Tiap hari, di kota ini, ada perputaran uang senilai US$753 miliar. Dan, di kota ini pula, dolar AS dan euro lebih banyak diperdagangkan, ketimbang di New York dan kota-kota lain di Eropa.
Kota ini menjadi pilihan dari 480 kantor cabang bank asing, paling banyak dibandingkan ibukota negara lain di dunia. Menurut otoritas setempat, adanya kebijakan pro bisnis, seperti aturan penerapan pajak, pemerintah tidak mengintervensi bisnis, dan adanya infrastruktur transportasi yang bagus, menjadikan London banyak diminati investor. Bandara London Heathrow merupakan bandara tersibuk di dunia. Menurut catatan Biro Statistik Negara, London menyumbang sekitar 20% dari total GDP Inggris, tiap tahunnya.
New York
Kota ini memiliki pendapatan asli daerah (PAD) US$952,6 miliar, terbesar di seluruh AS. Sementara itu, sektor jasa finansial menyumbang lebih dari 35% dari PAD NY. Wilayah yang dipimpin Walikota Michael Bloomberg ini menjadi kantor pusat 44 perusahaan yang masuk daftar Fortune 500.
Pada dasarnya, di kota seluas 1.214 kilometer persegi ini ada dua pusat bisnis kelas wahid, yakni Lower Manhattan dan Midtown Manhattan. Di wilayah tersebut pernah berdiri megah World Trade Center, sebelum akhirnya runtuh akibat peristiwa 9/11, dan di Wall Street ada bursa ternama yakni New Yorks Stock Exchange (NYSE) dan NASDAQ. NYSE Euronext merupakan bursa saham terbesar di dunia dengan total nilai kapitalisasi pasar US$20,7 triliun, per Oktober 2007. Setidaknya, ada 2.764 perusahaan yang listed di “Big Board”. Sedangkan di NASDAQ ada 3.200 perusahaan yang listed, dimana sepersepuluhnya adalah perusahaan non AS, dengan total nilai kapitalisasi pasar US$4,39 trilun.
Tokyo
Menurut studi PricewaterhouseCoopers, Tokyo memiliki GDP sebesar US$1.191 miliar, terbesar di dunia untuk ukuran kota. Sementara itu, menurut survei Economist Intelligence Unit, Tokyo merupakan kota dengan biaya hidup termahal di dunia selama 15 tahun terakhir. Kendati demikian, di wilayah seluas 2.187 kilometer persegi ini merupakan kantor pusat dari 50 perusahaan yang termasuk daftar Global 500 dan tempat bernaungnya Tokyo Stock Exchange (TSE), terbesar kedua di dunia untuk nilai kapitalisasi pasar. Per Oktober 2007, nilai kapitalisasi pasarnya sebesar $4,63 triliun. Pada Juli 2008, TSE dan LSE mengumumkan kerjasama berbentuk joint venture, di mana TSE akan berbasis pada Pasar Investasi Alternatif (Alternative Investment Market, AIM) LSE.
Pasca Perang Dunia II, sejumlah perusahaan memindahkan kantor pusatnya dari Osaka ke Tokyo, dengan alasan memiliki akses dengan pemerintah. Selain itu, Tokyo memiliki infrastruktur transportasi lebih baik, termasuk memiliki Bandara Haneda untuk penerbangan domestik dan Bandara Internasional Narita yang berada di perfektur Chiba, di luar Tokyo.
Singapura
Negara kota dengan luas 707,1 kilometer persegi ini merupakan tempat mencari nafkah ribuan ekspatriat dan sepuluh ribuan pekerja asing berkerah biru. Perusahaan multinasional banyak memilih Singapura sebagai kantor pusat untuk region Asia Pasifik. Selain karena posisi yang menguntungkan, kebijakan pemerintah yang pro bisnis dan kemudahan infrastruktur membuat Singapura menjadi tujuan utama investasi.
Pada dasarnya, karena wilayah yang cukup mungil, perekonomian negara kota ini sungguh bergantung pada sektor jasa dan kegiatan ekspor-impor. Hal ini menjadikan Singapura sebagai pelabuhan tersibuk dari sisi tonase. Wilayah ini juga memiliki bursa efek (Singapore Exchange Limited, SGX), yang merupakan hasil merger dua institusi finansial paling wahid di negeri itu yakni Stock Exchange of Singapore (SES) dan Singapore International Monetary Exchange (SIMEX), pada akhir 1999. Hingga Juni 2007, ada 722 perusahaan listed di SGX dan memiliki nilai kapitalisasi pasar SGD773 miliar.
Chicago
Kota seluas 606,2 kilometer persegi ini merupakan rumah bagi tiga pusat keuangan, yakni Chicago Stock Exchange, Chicago Board Options Exchange (CBOE), dan Chicago Mercantile Exchange ("Merc"). Oleh karena pengaruh Chicago School of Economics, kota ini memiliki pasar perdagangan dengan kontrak khusus, seperti emisi karbon (Chicago Climate Exchange) dan ekuitas (US Futures Exchange). Setidaknya, 12 perusahaan yang masuk daftar Fortune 500 dan 17 perusahaan dalam FT 500 berbasis di kota ini.
Selain berjaya dalam sektor jasa keuangan, kota ini juga basis industri manufaktur, printing, media massa, makanan, dan kesehatan, seperti Baxter International dan Abbott Laboratories. Dari sisi kemudahan transportasi, kota ini memiliki Bandara Internasional Midway di sisi selatan dan Bandara Internasional O'Hare di sisi utara. Untuk energi, sekitar 75% energi listri Chicago dipasok dari PLTN. Kota ini memiliki GDP sebesar US$443 miliar dan menurut riset UBS, Chicago berada di peringkat ke-16 kota terkaya di dunia.
Hongkong
Pemerintah yang berkuasa di wilayah seluas 1.104 kilometer persegi ini menerapkan kebijakan pasar bebas dan pajak rendah, selain berjanji untuk tidak melakukan intervensi dalam pasar finansial. Hal ini membuat Hongkong tercatat sebagai the most free economy di dunia selama 14 tahun terakhir versi Index of Economic Freedom. Hongkong pun menjadi pilihan bagi perusahaan multinasional untuk menempatkan kantor pusat wilayah Asia Pasifik. Selain itu, Hongkong Stock Exchange merupakan bursa efek terbesar keenam di dunia dalam nilai kapitalisasi pasar, yakni mencapai US$2,97 triliun, per Oktober 2008. Wilayah yang dipimpin Sir Donald Tsang ini memiliki sistem transportasi yang baik, termasuk jaringan MRT, tram, bus, dan kapal ferry.
Paris
Kota seluas 89,6 kilometer persegi ini menjadi pusat bisnis dan budaya dunia. Menurut studi firma akuntan PricewaterhouseCoopers, GDP Paris yang mencapai US$628,9 miliar, terbesar kelima di dunia. Nilai ini menyumbang seperempat dari GDP Perancis. Kota ini merupakan basis dari 37 perusahaan yang termaktub dalam Fortune 500, terutama di pusat bisnis La Défense yang diinisiasi pemerintah Perancis pada 1958. Pusat bisnis seluas 3,5 kilometer persegi ini terbentang di antara segitiga emas Opéra Garnier, La Défense, dan Val de Seine. Paris juga menjadi rumah bagi organisasi internasional macam UNESCO, OECD, International Chamber of Commerce (ICC) dan organisasi informal Paris Club. Belakangan, ekonomi Paris menuju industri layanan nilai tambah (TI, jasa keuangan, dsb) dan manufaktur teknologi tinggi (elektronika, optik, otomotif, aeronautika, dsb).
Frankfurt
Kota di pinggir sungai Maine ini memiliki populasi 670.000 jiwa (sensus 2008), terpadat ke-5 di Jerman. Kota seluas 248,3 kilometer persegi ini memiliki tiga pilar penting dalam ekonomi, yakni jasa keuangan, transportasi, dan trade fair. Selama berabad-abad, Frankfurt telah menjadi pusat bisnis Jerman. Kota ini menjadi rumah bagi Bank Sentral Eropa, Bank Sentral Jerman, Frankfurt Stock Exchange (Frankfurter Wertpapierbörse, FWB), dan Frankfurt Trade Fair. Setidaknya, lebih dari 300 bank internasional dan nasional memiliki kantor di kota ini.
Dari sisi transportasi, kota ini memiliki infrastruktur yang handal, di antaranya Bandara Internasional Frankfurt, salah satu bandara tersibuk di dunia dan hub penerbangan untuk wilayah Eropa dengan 54,2 juta penumpang per 2007. Selain itu, kota ini memiliki Stasiun Pusat Frankfurt dan Frankfurter Kreuz, stasiun kereta api tersibuk di benua Eropa. Dari sisi perdagangan, tiap tahun pemerintah kota menggelar Internationale Automobil-Ausstellung dan Frankfurter Buchmesse, pameran kendaraan dan buku terbesar di dunia.
Seoul
Kota seluas 605,25 kilometer persegi ini adalah ibukota Korea Selatan, sekaligus pusat bisnis negara tersebut. Lima perusahaan yang termasuk daftar Fortune 500, di antaranya Samsung, LG, dan Hyundai memiliki kantor pusat di kota ini. Kendati Seoul hanya mengambil 0,6% dari luas wilayah Korea Selatan, tapi bisa menghasilkan 21% dari GDP negara. Oleh karena keterbatasan lahan, pemerintah setempat menggagas hunian dan pusat bisnis menjulang vertikal, seperti Korea Finance Building, World Trade Center, Seoul Star Tower, maupun Lotte World 2 Tower setinggi 800 meter yang tengah dibangun. Sebagai hasil diversifikasi jaringan transportasi kota, Seoul kini memiliki sistem transportasi terbaik di Asia. Sementara itu, Bandara Internasional Incheon terpilih sebagai salah satu bandara terbaik di dunia versi IATA dan Airports Council International.
Amsterdam
Kota seluas 219 kilometer persegi ini dulunya merupakan pusat perdagangan berlian di abad ke-12. Lalu, menjelma menjadi pusat keuangan, hingga kini. Tujuh perusahaan yang tergabung dalam Fortune 500 berbasis di kota itu, di antaranya Philips, Shell, ABN AMRO, dan ING. Kendati banyak firma kecil yang berdiri di tepi kanal tua, sebagian di antara mereka direlokasi ke pinggir kota, seperti ke Zuidas. Di wilayah ini, berdiri gedung World Trade Center dan kantor Accenture. Di kota ini, Amsterdam Stock Exchange (AEX) kini Euronext Amsterdam juga masih kokoh berdiri. Selain infrastruktur yang memadai, stabilitas ekonomi dan politik, dan kemudahan berbisnis yang ditawarkan pemerintah setempat membuat investor asing tertarik untuk berbisnis di tempat ini. Setidaknya, tiap tahun, ada 100 investor mendirikan usaha di Amsterdam dan sekitarnya, karena tertarik dengan lokasi yang dekat dengan pelabuhan dan Bandara Internasional Schiphol, hub bagi penerbangan Eropa.
Jakarta
Bila dibandingkan dengan kota-kota Asia lainnya, Jakarta masih “bangga” bisa bertengger di posisi 68 dari 75 kota paling berpengaruh di dunia. Adanya pusat bisnis, terutama di segitiga emas Sudirman-Kuningan-Thamrin, yang di dalamnya terdapat Bursa Efek Indonesia, sejumlah kantor bank asing, dan Bank Indonesia, membuat kota seluas 740,28 kilometer ini cukup menjadi incaran investor. Dari sisi transportasi, meski belum sempurna, Jakarta sudah memiliki sistem jaringan transportasi massal macam TransJakarta dan jaringan jalan raya/tol. Jakarta juga memiliki pelabuhan dan bandara internasional Soekarno-Hatta, kendati secara de jure berada di kawasan Tangerang.
Ari Windyaningrum