Wednesday, December 20, 2006

“Harga” Seorang Manusia

Tiap negara menetapkan batas minimum upah yang harus dibayarkan kepada pekerja. Tentu saja, semua disesuaikan dengan kemakmuran negara dan kemampuan daya beli warga negara bersangkutan. Dan, ketika aku harus menulis untuk rubrik Komparasi di majalahku, aku menemukan fakta-fakta gila. Ada perbandingan yang cukup fantastis dari "harga" seorang pekerja.

Satu bulan vs satu jam
Tiap bulan, seorang pekerja pabrik di Kuba mendapatkan bayaran 255 Peso – atau bila dikonversi menjadi Rp81 ribu. Jumlah tersebut sama dengan upah yang diterima seorang pekerja Inggris tiap jam! Tentu saja, bila dilihat dari tingkat kemakmuran, kedua negara itu berbeda jauh. Saat ini, mereka yang tinggal di Havana mempunyai kemampuan daya beli US$3.300 sementara, rekan sejawat yang bermukim di London berkemampuan daya beli hampir sepuluh kali lipatnya, US$30.900.

Satu pekerja = 160 pekerja
Kebanyakan, pekerja yang tidak terlatih (unskilled worker) mendapatkan upah paling rendah. Untuk mengerjakan sebuah proyek konstruksi di Dhaka, misalnya, seorang kuli bangunan biasa dibayar 700 Taka (Rp126 ribu) per bulan. Sementara, untuk kualifikasi yang sama, seorang kuli bangunan di Kopenhagen bisa mendapatkan bayaran 14 ribu Krone (Rp20,16 juta) tiap bulan. Jika mengindahkan nilai tukar dan kondisi ekonomi negara, satu kuli bangunan Denmark seharga 160 kuli bangunan Bangladesh.

Indonesia : Rusia : AS
Di Jakarta, pekerja berhak mendapatkan upah minimal Rp819.100, lebih besar dari sejumlah daerah di Indonesia. Bila dalam kondisi cateris paribus, apa yang diterima pekerja di Indonesia lebih baik daripada pekerja Rusia. Tiap bulan, pekerja di negara Beruang Merah ini mendapat upah 1100 Rubel, sekitar Rp342 ribu, sepertiga dari UMP DKI Jakarta. Namun, bila dibandingkan dengan standar pekerja AS, apa yang didapat pekerja Indonesia jauh tertinggal. Per jamnya mereka dibayar US$5.15 (Rp46 ribu), sementara pekerja di tanah air ini hanya mendapat sekitar Rp5 ribu, hanya sepersembilannya.

Upah vs harga sepatu
Beberapa pengusaha menganggap pekerja Vietnam mau diupah minim. Itu yang menyebabkan sejumlah pabrik merelokasi pabriknya ke negara tersebut. Dalam sebuah laporan yang dirilis baru-baru ini, upah minimum seorang pekerja pabrik sepatu di Hanoi adalah Rp378 ribu tiap bulannya. Sementara, harga sepatu Nike mencapai Rp1,3 juta sepasang. Dengan kata lain, upah yang diterima pekerja tiap bulannya, hanya sepertiga dari harga jual sepasang sepatu yang dikerjakannya, di pabrik. Mak!

Dogma

Kepercayaan adalah dogma. Dogma selalu melahirkan fanatisme sempit. Nyaris tak ada logika di sini. Kepercayaan tak memberi ruang untuk berdialog dan berdiskusi. Dia mutlak dan menjadi radiks dari penalaran awal manusia dalam mendekatkan diri pada Yang menguasai dirinya di luar dirinya.

Kepercayaan macam ini dikenal sebagai bagian dari peradaban purba. Masa di mana manusia terputus dari "aliran baik" alias agama wahyu, mengakrabi alam, menyatukan diri dan menangkap vibrasi alam sebagai tanda tentang sesuatu yang bakal terjadi di masa depan.

Hebatnya, di tengah akselerasi modernisasi, paham primitif ini justru muncul sebagai pesaing percepatan teknologi. Dia negator yang bisa menjungkirbalikkan realitas akal manusia.

Thursday, December 7, 2006

Antara Presiden dan Presiden Direktur

Sebagai pemimpin negara dan pemerintahan, Presiden --atau Perdana Menteri-- memiliki tanggung jawab luar biasa. Namun, ironisnya bayaran yang mereka terima kadang tidak setimpal. Misalnya, gaji pokok presiden ternyata berada jauh di bawah standar gaji CEO perusahaan.

Indonesia
Pemerintah RI tidak berencana menaikkan gaji presiden. Untuk 2006, Presiden masih akan menerima gaji sebesar Rp362,88 juta per tahun. Nilai tersebut setara dengan enam kali gaji pokok tertinggi pejabat negara lainnya. Namun, bila dibandingkan dengan gaji pokok seorang CEO, nilai yang diperoleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono "tidak ada apa-apanya". Menurut taksiran, rata-rata gaji eksekutif level atas di Indonesia adalah Rp1,8 miliar per tahun.

Amerika Serikat
AS boleh bangga dianggap sebagai negara adidaya dan kiblat kapitalis dunia. CEO termahal sedunia pun bermukim di sana. Misalnya Jeff Immelt, CEO General Electric, mendapat bayaran US$3 juta per tahun. Itu di luar bonus US$5,3 juta yang diterimanya tiap tahun. Bandingkan dengan gaji George W. Bush yang hanya US$400.000 per tahun.

Filipina
Negara yang beribu kota di Manila ini membayar presidennya 300.000 peso atau setara Rp54 juta per tahun. Sementara CEO San Miguel diperkirakan mendapat bayaran hampir tiga kali lipatnya, 960.000 peso atau Rp172 juta setahun.

Inggris
Tony Blair selama ini tidak pernah mendapat gaji untuk jabatan Perdana Menteri, melainkan untuk titel First Lord of the Treasury yang disandangnya. Tahun ini ia mendapat jatah US$303.000 untuk setahun penuh. Nilai itu menjadi sangat kecil bila dibandingkan dengan gaji CEO Vodafone yang mencapai US$1,44 juta per tahunnya.

Nah! Ketika menulis berita ini, aku lalu berpikir: apa ini yang menjadi biang mengapa banyak pejabat negara korup? Wong presidennya saja gajinya hanya segitu.. Gimana bawahannya?

Ide gila terlintas, mungkin kalau pemerintahan mengadaptasi gaya perusahaan, gaji pejabat pemerintahan boleh setara dengan pegawai korporasi. Tapi, mereka juga harus rela lembur nyelesein detlen proyek, sukur-sukur kalo mereka ngrasain potong gaji kalau telat masuk kantor hehehe... Cekrek!

Woman execs paid less: close eyes, reach in hat, pick reason

Filed under: Bad news, Press releases, Management, Television, Magazines, eBay (EBAY), PepsiCo (PEP)

I want, oh so deeply, to be shocked. But I'm not. Here's the thing: women are powerful! Women are amazing! Women are reaching the upper echelons of corporate America! Hurray! And while I'm sure everyone at NOW threw a soda party when Indra Nooyi took over as CEO of PepsiCo, Inc., I'm sure they also tried to get mad about today's "news": male executives make way more than female executives. And then I imagine they remembered: this is nothing new. This is nothing surprising.

Women have been making less than men since the dawn of time. And although Oprah and Indra and Meg are so darned powerful, they can hardly sway the enormity of gender history in a few decades of exerting their collective feminine force.

Let's try one reason female CEOs, CFOs and the like make pocket change compared to their male brethren (and no, there seems to be no relation between executive pay and corporate profit, sales, stock performance, or how many pageviews your bio on the corporate homepage got this year): there just aren't as many of them. Naturally that doesn't explain why (for instance) the top-paid female executive, Safra Catz -- president and CFO Oracle Corporation -- made a sad 36% of what the top-paid male executive made (that's Eugene Isenberg, CEO of Nabors Industries Ltd., for the record). Catz wasn't even the highest-paid executive at her own company, pulling in about half of what founder and CEO Larry Ellison scored.

Well. That is Larry Ellison after all. His ego has to be worth at least as much as three women executives put together.

And, in fact, Larry is worth three women CEOs; 3.22x eBay, Inc. CEO Meg Whitman's pay, that is.

Because it's fun (or maddening, depending on whether or not you're me, or one of those aforementioned NOW members) to wonder why, and make lists, here is a list of reasons why women make so much less than men:

  • Women don't negotiate as well as men do. Don't hate me for saying it, it's true. Since executive pay isn't established by the Federal Reserve Board, but instead by handshakes over shrimp cocktail and dirty martinis at Sparks, negotiating is the biggest reason why CEO X makes more than CFO Y.
  • Women don't value themselves as highly as men do. You have to have unmitigated gall to believe anything you can do is really worth $50 million a year. Very few women have such cajones.
  • Women aren't in the workforce as long as men are, on average. A few years off for maternity leave, and presto, earning power cut in half? Maybe it seems a bit harsh, but someone has to bear the overpaid CEOs of tomorrow!
  • On average, women executives manage smaller companies. Naturally, given the weak connection between corporate revenue and pay, this doesn't really explain anything. But it's a nice place to turn if you're on the compensation committee of Oracle's board and are feeling a bit guilty.
  • Women aren't as corrupt as men. Big paychecks such as those at Enron and Worldcom are typically hauled in by men. Just kidding! Turns out men and women are equally able to lie, cheat and steal.

What's your favorite reason why women make so much less than men?