Sunday, January 25, 2009

Tahun Kerbau 2009: Bergeraklah ke Tenggara

Meskipun ilmu Feng Shui sudah memasuki dunia akademik, banyak pengusaha berpandangan ini masih klenik. Di tahun Kerbau, sejumlah pengembang mengerem membangun proyek di kawasan utara Jakarta.


Akhir tahun 2008, Kevin Holmgren, presdir PT Prudential Life Assurance merasa perlu menyewa jasa master feng shui untuk mengatur tata letak ruang kerja direksi. Pasalnya, Prudential hendak pindah dari sebuah gedung perkantoran di jalan Thamrin ke gedung baru di jalan Sudirman, Jakarta Selatan. Alhasil, Holmgren, pria bule yang mencintai masakan Padang dan selalu menggunakan bahasa Indonesia saat berkomunikasi ini, meminta jasa Sidhi Sidhi Wiguna Teh, dosen ilmu feng shui di Fakultas Arsitektur Universitas Tarumanegara, Jakarta untuk membantunya.

Tentu saja, Holmgren tak asal percaya ilmu asal negeri China ini. Pria yang baru lima tahun menetap di Indonesia ini meminta Sidhi untuk mempresentasikan penjabaran logika feng shui. Dasar Sidhi yang memang berkutat di dunia akademisi, adalah hal mudah untuk membuktikan bahwa feng shui bukan klenik. “Banyak kalangan mengira feng shui ini klenik dan tidak logis. Padahal ilmu ini ilmiah dan bisa diukur,” keluh Sidhi.

Setelah berhasil meyakinkan Holmgren, Sidhi pun bekerjasama dengan para desainer interior untuk mendesain tata letak ruangan di kantor baru Prudential. Pembagian tugasnya jelas, jika desainer interior bertugas menata ruangan agar memenuhi kaidan estetika dan efisiensi, maka Sidhi bertanggung jawab memperhitungkan aliran chi (energi) dalam kantor tersebut. Lebih lanjut Sidhi mengatakan proses penggarapan gedung baru Prudential, dari hanya bangunan kosong menjadi siap ditempati butuh waktu 1,5 bulan. Dan, tepat pada 12 Januari 2009, Holmgren mulai berkantor di gedung Prudential Tower.

Ternyata, Holmgren tak satu-satunya ekspatriat yang menerapkan perhitungan feng shui saat pindah kantor. Jens Reich, presdir PT Asuransi Allianz Life Indonesia bahkan mewanti-wanti karyawannya untuk mencari pakar feng shui yang baik bila akan membuka kantor cabang atau meluncurkan layanan baru. Menurutnya Feng Shui patut dipertimbangkan sebagai bagian dari penghargaan budaya lokal dan untuk kemajuan perusahaan. Menurut Reich yang fasih berbahasa Indonesia ini, kantor pusat Allianz di Jerman sudah mengetahui kebiasaan lokal. “Bos-bos di Jerman tahu akan hal ini dan mereka bisa memahaminya. Sebab, sebagai perusahaan global, kami harus menghargai nilai-nilai lokal di mana kami berada,” tegas pria yang gemar mendaki gunung ini.

Setali tiga uang dengan Holmgren, Reich juga meminta sang konsultan feng shui untuk membuat proposal prediksi pengembangan bisnis terlebih dahulu, sebelum melakukan deal dengan Allianz untuk menghitung peruntungan. “Saya berharap dengan melibatkan nilai-nilai feng shui, perusahaan bisa berkembang lebih baik,” aku dia. Untuk urusan perhitungan non-rasional ini, Reich biasanya menganggarkan secara khusus biaya untuk keperluan local wisdom ini.

Mengerem Proyek di Utara

Menurut Sidhi, ilmu feng shui bisa digunakan untuk menganalisa bisnis, apakah si pengusaha sebaiknya melakukan konsolidasi atau ekspansi. Kendati demikian, feng shui sebenarnya adalah ilmu yang berkaitan dengan bangunan dan arsitektur. Adapun untuk meramal masa depan, kata Sidhi, bisa menggunakan ilmu astrologi China atau I Ching. Itu sebabnya, Sidhi menuturkan bahwa ahli feng shui yang baik adalah mereka yang memahami astrologi China. “Feng shui itu penuh kalkulasi dan ilmiah. Di dalamnya ada perhitungan mengenai psikologi, DNA, dan ilmu-ilmu eksakta yang bisa dipelajari,” tutur dia. Apalagi, belakangan ada piranti lunak khusus untuk menghitung feng shui. Tanpa ragu, Sidhi pun menunjukkan PDA yang dilengkapi aplikasi feng shui.

Oleh karena feng shui pada dasarnya merupakan perhitungan akan bangunan, tentu saja lebih banyak perusahaan properti yang mengikuti kaidah-kaidah dari negeri Tiongkok itu, seperti PT Modern Realty Tbk, PT Dharmala Intiland Tbk., Agung Podomoro Group, PT Bakrieland Development, hingga PT Libera Propertindo. “Seringkali pasar menuntut kami memakai penerapan feng shui. Kami ikut saja,” aku Indra Widjaja, direktur pemasaran Agung Podomoro Group. Di tahun kerbau tanah ini, Sidhi mengemukakan bahwa sektor properti termasuk golongan moderat, artinya tak terlalu cemerlang, tapi juga tak terlalu suram peruntungannya.

Sidhi melihat sisi Tenggara merupakan arah mata angin terbaik sepanjang 2009, dan disusul Barat Daya. Itu sebabnya ia menyarankan agar para pebisnis melihat hal tersebut sebagai peluang. Ditambahkan Sidhi, Tenggara dan Barat Daya layak diperhitungkan sebagai lokasi dan arah mata angin pilihan. Namun ia mengingatkan, meski Tenggara dianggap punya nilai keberuntungan lebih besar di antara arah mata angin lainnya, arah angin ini juga punya risiko lebih besar. “Mereka yang bermain di Tenggara akan beruntung tapi harus waspada. Sebab, ada faktor besar yang bisa membuat bisnis menjadi tidak hoki,” jelas Sidhi.

Sementara itu, menurut perhitungan feng shui, sisi utara merupakan arah mata angin yang kurang menguntungkan. Itu sebabnya, mayoritas pengembang mengerem untuk melakukan pembangunan di kawasan Jakarta Utara, salah satunya Agung Podomoro Group. Di tahun Kerbau ini, dari rencana empat proyek baru yang dikembangkan, ternyata tidak ada satu pun yang berada di kawasan utara Jakarta. “Kami berencana mengembangkan empat proyek. Dua di Jakarta Pusat dan masing-masing satu di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan,” ungkap Indra.

Bila pun masih ada proyek di kawasan utara Jakarta yang masih tersisa, seperti Mall of Indonesia dan Emporium Pluit Mall, sudah dalam posisi final touch. “Kami menargetkan pertengahan 2009 sudah serah terima kunci,” kata Indra.

Sepanjang tahun, kata Sidhi, sektor properti yang termasuk unsur tanah ini, tidak akan bergerak terlalu dinamis. “Saya melihat sebagian besar pengembang akan menahan diri,” kata dia. Sesuai dengan karakter kerbau tanah yang tak grusa-grusu, perusahaan akan lebih banyak menjadikan 2009 sebagai tahun perencanaan dan konsolidasi. Seperti diakui Indra. “Tahun ini, Agung Podomoro Group hanya menargetkan pertumbuhan 8-10% saja.” kata dia. Perusahaan properti yang dikomandani Trihatma K. Haliman ini berencana hanya mengerjakan empat proyek baru dan menyelesaikan 12 proyek lainnya. Selain itu, papar Indra, perusahaan hanya akan membelanjakan modal Rp3 triliun. Jumlah ini anjlok 60% dari nilai sebelumnya yang berjumlah Rp7 triliun.

Langkah serupa juga diambil PT Metropolitan Land (Metland). ”Kami masih akan menyelesaikan beberapa proyek yang sebelumnya dikembangkan,” tutur Wahyu Sulistio, GM Corporate Communication PT Metropolitan Land. Metland sendiri kini tengah menyelesaikan lima proyek residensial yang berada di Cileungsi, Tangerang dan Bekasi.

Menurut Jenie Kumala Dewi, konsultan feng shui sekaligus pengelola situs www.jeniefengshuionline.com, pemain di bidang properti harus lebih jeli melihat peluang, terutama dari sisi supply dan demand serta penentuan harga jual. “Bisnis properti peruntungannya cenderung biasa saja, tapi banyak pemain sehingga saling berebut rejeki,” tutur Jenie.

Persaingan di Unsur Logam

Bila properti termasuk bisnis yang moderat, Sidhi melihat industri transportasi yang termasuk unsur air akan memiliki prospek bisnis yang cukup sulit. ”Unsur air ditahun kerbau akan menghadapi tantangan yang besar dan sulit berkembang,” jelas Sidhi. Hal serupa juga disampaikan Jenie, menurutnya bidang air akan menjadi kurang seimbang. Jenie melihat turunnya harga minyak dunia hingga lebih dari 50% akan berakibat ke transportasi dan pariwisata sekaligus mempengaruhi distribusi serta perdagangan.

Menurut Warwick Brady, CEO PT Mandala Airlines, tahun depan perusahaannya menghadapi tantangan berat. Kendati menurut ramalan feng shui, sektor transportasi udara akan suram, ia tetap optimistis. Ia mengaku telah mempersiapkan strategi harga yang affordable dan pelayanan lebih baik. Dan, mulai awal 2009, pihaknya menerapkan no fuel surcharge.

Warwick pun percaya bakal ada strong demand pada 2009 ini. Emirsyah Satar, president & CEO PT Garuda Indonesia (Persero) pun menyakini hal tersebut. Sebab, tahun ini Indonesia bakal mengadakan hajatan akbar berupa Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Para politisi yang tengah mengadakan konsolidasi partai maupun kampanye ke sejumlah wilayah di Indonesia bakal mendongkrak permintaan seat pesawat.

Pada dasarnya Sidhi melihat unsur kayu memiliki peruntungan yang paling baik di masa 2009. Industri yang berada di bawah naungan dua unsur itu antara lain desain interior, agrobisnis, pendidikan. Adapun Jenie melihat unsur logam lah, seperti manufaktur, otomotif, telko, TI, dan broadcasting yang bakal mendapatkan peruntungan paling tinggi. “Persaingan bisnis di unsur logam nantinya amat menarik,” katanya, dengan mata berbinar. Menurut dia, oleh karena tahun 2009 berada dalam naungan Kerbau Tanah, yang banyak unsur tanah yang akan memperkuat logam, maka Jenie mengingatkan agar pelaku bisnis berunsur logam agar tidak terlalu banyak ide tapi tidak bisa mengimplementasikannya. ### IU. edited by me.

Saat Si Kerbau Beraksi...

  1. Tahun tantangan bagi dunia bisnis. Sementara itu, ekonomi baru membaik setelah September 2009.
  2. Tahun yang berat bagi yang terlahir di tahun kerbau dan kambing. Mereka yang terlahir di bawah naungan dua shiao itu sebaiknya menghindari investasi yang tak perlu, melakukan pembelian dalam nominal besar, atau melakukan perpindahan pekerjaan.
  3. Tahun yang luar biasa bagi yang terlahir di tahun monyet. Dengan strategi dan kecerdikan, raih seluruh kesempatan emas yang datang.
  4. Tahun yang baik untuk perjalanan jauh bagi yang terlahir di tahun babi.
  5. Agar lebih beruntung, perbanyak kegiatan filantropi sepanjang 2009.
  6. Tenggara merupakan arah mata angin terbaik sepanjang 2009. Bila memiliki pintu utama di sisi tenggara, buka lebar-lebar agar unsur chi bisa masuk. Selain itu, jangan menaruh tempat pembuangan sampah di sisi tenggara.
  7. Utara merupakan arah mata angin terburuk sepanjang 2009. Letakkan gantungan besi di sisi tersebut.
  8. Selama 2009, hindari merenovasi sisi utara dan timur bangunan.

Dari berbagai sumber. Diolah.


No comments: